Rhythm of Rhyme : saya artikan menjadi dua makna :
Pertama, irama dari sajak (arti sebenarnya). Saya adalah salah satu orang yang kagum dan sering kali terpukau dengan dunia persajakan. Lalu sebuah analogi persajakan masuk ke dalam hidup saya. Saya menjalani hidup saja dengan mengikuti irama sajak a.b.a.b., mengikuti kententuan yang telah ada dengan kata-kata awal yang bebas dipilih sendiri asal menghasilkan bunyi akhir yang sama yang terdengar indah. Tidak pernah memaksakan sesuatu menjadi a.b.c.b. Tidak ingin tampil beda ? Dalam pandangan saya tampil beda atau mengubah sesuatu ada caranya sendiri. Kedewasaan yang dapat menentuka cara itu.
Kedua, irama dari Rima (Rima aka saya). Saya selalu mengikuti apa yang diri saya sendiri inginkan, rasakan, dan pikirkan tanpa campur tangan orang lain. Only God and me who can control my destiny. Mengikuti pemberian Allah terhadap apa yang telah saya dapatkan dan tidak pernah menggeluh atas semua itu. Karena saya yakin yang diberikan Allah terhadap Rima (dan seluruh umatNya) adalah sesuatu yang terbaik. Saya bukan tidak menerima hal-hal yang diberikan orang lain terhadap saya. Namun, dalam mengambil suatu keputusan, saya tetap kembali pada diri saya. Karena setiap pandangan hidup manusia berbeda, idealisme yang berbeda, bahkan kepentingan yang berbeda, menbuat saya merasa harus berdiri sendiri dan kuat hanya dengan bantuan Allah swt.
Until now, i hardly thanking goodness with all something Its. Beauty of life which The Infinite gives. So, just follow the Rhythm of Rhyme.